Kamis, 14 Juli 2011

SEJARAH ASAL USUL AL – HIKMAH

SEJARAH ASAL USUL AL – HIKMAH

A. RIWAYAT KH. M. TOHA bin SYI ’IN
Konon semenjak kecil Pak Toha bercita -cita ingin memiliki ilmu yang sekarang disebut Al-Hikmah. PakToha belajar di pesantren di daerah Banten selama 7 tahun tapi cuma mendapat Ilmu Qiro ’at, Fiqih dan silat Cipecut.
Setelah 7 tahun Pak Toha berpikir, biaya sudah habis namun ilmu yang
di cita – citakan belum juga di dapat. Akhirnya Pak Toha pulang dari pesantren kerumahnya yang berada di Jakarta. Ditengah perjalanan di atas kereta api, yang insya Allah jumlah dari gerbong kereta api tersebut adalah
sebanyak 6 gerbong. Beliau duduk melamun memikirkan biaya telah habis, namun ilmu yang di cita – citakan belum di dapat. Disaat sedang melamun, tiba – tiba datanglah 3 orang berpakaian jawara menyapa Pak Toha.
Sambil duduk salah seorang dari mereka berkata,” Ada ilmu yang dibaca dua kalimat Syahadat, tapi bila ditunjuk ke orang yang berniat jahat maka orang tersebut langsung terpental”.
Pak Toha kaget lalu bertanya, ” Ilmu apa yang tadi diceritakan dan berada dimana ?”


Kemudian salah seorang dari ke 3 orang tersebut mengambil bungkusan rokok yang isinya tinggal 1 batang.
Lalu bungkus itu dipakai untuk menuliskan alamat keberadaan ilmu tersebut. Selagi Pak Toha membaca alamat tersebut ke 3 orang itu tiba – tiba sudah menghilang, dicari di 6 gerbong ke 3 orang tersebut tidak ditemukan.


Sangat disayangkan bahwa kita tidak diberitahukan alamat atau nama kampung yang tertera ditulisan pada bungkus rokok itu. Setelah menempuh perjalanan, akhirnya Pak Toha pun sampai di rumahnya. Setiba dirumah disambut oleh Bapaknya dengan pertanyaan, ” Gimana Toha, apakah yang kamu cita – citakan sudah berhasil ?”
Pak Toha menjawab, ” belum berhasil Pak, sewaktu dalam perjalanan pulang ada 3 orang di kereta api yang memberi saya alamat, namun biaya telah habis ”.
Pada waktu itu bapaknya Pak Toha mempunyai seekor kuda dan delman, maka dijualah kuda dan delman tersebut seharga Rp. 40,- ( empat puluh rupiah ). Dengan tujuan untuk dipakai biaya Pak Toha mencari Ilmu.
Hingga bapaknya Pak Toha beralih profesi menjadi tukang daun dan tali.


Berangkatlah Pak Toha dari rumahnya di Jakarta, naik di halte satu dan turun di halte yang lainnya. Tetapi setiap ditanya berhenti di halte yang mana ? Pak Toha selalu menjawab, ” diam kamu !”.
Setelah turun di halte yang terakhir, Pak Toha berjalan kaki melewati sawah yang luas, pada saat itu sedang panen. Sampai ditengah persawahan tibalah saatnya waktu maghrib,
akhirnya Pak Toha pun membabat jerami untuk digunakan sebagai ampar.


Setelah subuh Pak Toha melanjutkan lagi perjalanan menuju alamat pesantren yang tertera di bungkus rokok itu. Menjelang maghrib Pak Toha baru sampai di pesantren yang dituju. Pak Toha mengucapkan salam dan dijawab oleh Kyai pesantren tersebut dengan Wa Alaikum sallam.
Kyai tersebut lalu bertanya, ” mau kemana kamu Toha ?”. Pak Toha kaget dan tertegun
( karena Kyai itu tahu namanya ) sambil menjawab,” saya hanya ingin mencari ilmu Kyai ”.


Ditempatkanlah Pak Toha di masjid oleh kyai tersebut dengan kalimat, ” karena ilmu Qiro’at dan Fiqih kamu sudah cukup. Ketika waktu sholat tiba kamu harus mengisi air tempat wudhu ”.
Pekerjaan tersebut dilakukan Pak Toha selama 3 tahun kurang 10 hari. Pada saat itu santri dari Kyai tersebut berjumlah sebanyak 300 orang. Sepengetahuan Pak Toha selama 3 tahun kurang 10 hari itu,
Pak Toha belum pernah melihat Kyai tersebut melaksanakan sholat di masjid,
baik sholat Jum’at ataupun sholat 5 waktu.
Hanya saja apabila datang waktu siang selepas dhuha, Kyai tersebut mengajak Pak Toha untuk menanam padi, singkong dan jenis palawija lainnya. Setelah 3 tahun kurang 10 hari Pak Toha berpikir, saat tiba waktu subuh
Pak Toha membawa Al – Qur’an menghadap Kyai tersebut dengan maksud ingin mengaji.
Tapi ditolak oleh Kyai tersebut dengan ucapan, ” Toha ilmu Qiro’at kamu sudah cukup di Banten ”, lalu Pak Toha diberi uang se-gobang atau 5 sen, kemudian disuruh membeli daun kawung atau daun rokok dengan pesan, ” kamu jangan tidur sebelum saya datang ”.


Pada waktu itu uang se-gobang dapat daun kawung sebanyak 5 ikat dan di bawalah daun kawung itu ke masjid. Sesuai dengan pesan, Pak Toha menunggu di masjid dari subuh sampai kurang lebih jam 02.00 WIB dini hari.
Akhirnya Kyai tersebut datang memasuki masjid, pada saat itu Pak Toha sedang duduk ditiang tengah masjid. Sesampainya di dalam masjid Kyai tersebut mengucapkan salam dan di jawab oleh Pak Toha dengan wa alaikum sallam.


Sambil duduk Kyai itu berkata, ” Toha, ternyata niat kamu memang sudah sungguh-sungguh ”.
Duduklah Kyai tersebut berhadapan dengan Pak Toha yang waktu itu duduk menghadap arah kiblat.
Maka dari sinilah jatuh syarat ngerawat bahwa si murid harus menghadap arah kiblat dan
Pembina atau Perawat Al-Hikmah menghadap ke arah si murid, yaitu saling berhadapan.


Setelah duduk saling berhadapan Kyai tersebut pun bertanya tentang daun kawung yang dipesannya.
Pak Toha mengeluarkan ke 5 ikat daun kawung tersebut, lalu mulailah Kyai tersebut mencabuti satu persatu daun kawung itu yang ternyata di dalamnya sudah tertulis ayat – ayat Al – Qur’an, sambil mencabut. Kyai tersebut bertanya, ” ini yang kamu cari Toha ?” Pak Toha menjawab, ” bukan Kyai. ”.


Terus menerus seperti itu sampai akhirnya daun kawung yang 5 ikat tersebut hanya tinggal tersisa 2 lembar saja. Lalu kyai tersebut memegang kedua lembar daun kawung yang tersisa sambil bertanya,
” Toha setiap yang dicabut tadi terdapat tulisan ayat Al-Qur’an tapi kenapa kamu menolaknya ?”
Pak Toha menjawab, ” maaf Kyai, bukan itu yang saya cari ”.
Kyai berkata, ” bagaimana kalau yang kamu cari tidak ada disini ( maksudnya 2 lembar daun kawung yang tersisa )”. Pak Toha menjawab lagi, ” saya ridlo kalau memang tidak ada, tapi karena ilmu itu diturunkan ke dunia, tolong saya diberi petunjuk ”.
Kyai tersebut tersenyum sambil berkata, ” tenang kamu Toha ”.
Lalu mencabut 2 lembar daun kawung yang tersisa sambil membaca
ÄãP.à í¯Ût¯í¯Ûnt  ä§ÄãP¯à  ÝLpP¯ÀÂuܯÛnt !   ! .
”Asy’ hadu ala illaha ilallah wa asy’ hadu anna Muhammadur Rasulullah”
”Benar itu Kyai !”, seru Pak Toha.
Namun Kyai tersebut membelah daun kawung tersebut sambil berkata
” Semua yang bergerak di perut adalah hak kamu dan yang bergerak di tangan adalah hak H. Amilin ”.
Pada waktu itu H. Amilin baru berusia 7 tahun, tapi sudah dipanggil Haji.
Kyai tersebut berkata, ” suatu hari nanti akan ada anak buah kamu yang dapat menyatukan ilmu ini ”.
Terjadi perbedaan pendapat antara murid Pak Toha dengan murid H. Amilin,
bahwa bohong H. Syaki ngaku – ngaku muridnya H. Amilin. Kebenarannya, waktu itu Pak Toha mempunyai 60 perwakilan yang di antaranya termasuk H. Syaki.
Namun dari 60 perwakilan hanya H. Syaki yang menerima surat dari Pak Toha untuk belajar dengan H. Amilin
di Garut. Ini fakta yang menguatkan bahwa H. Syaki adalah termasuk salah satunya murid H. Amilin. Setelah 3 tahun kurang 10 hari dan merasa telah mendapatkan ilmu yang di inginkannya, Pak Toha pun pulang kerumahnya.


Setelah sampai dirumah, disambut oleh adiknya yang bernama Sukardi yang kebetulan pada waktu itu sedang kalah main,” wah kebetulan Toha kamu pulang, ajarin gue silat Cipecut nih ”.
Pak Toha pun bersedia mengajarinya, namun dari mulai waktu isya sampai menjelang subuh Sukardi tidak bisa mempelajarinya.
Setelah waktu subuh tiba dan pada waktu ibunya Pak Toha sedang menggoreng singkong di atas sebuah wajan atau kuali, keduanya sudah merasa kelelahan. Pak Toha pun agak lepas kontrol dan berkata, ” goblok amat kamu belajar begini saja nggak bisa – bisa ”.
Sukardi yang mendengar omongan ini jadi emosi, maka dia menyerang berniat memukul Pak Toha, namun secara reflek Pak Toha menunjuk Sukardi sehingga terpental menduduki kuali yang sedang dipakai menggoreng singkong.
Si Ibu menjerit ketakutan, namun Bapaknya Pak Toha bersorak girang sambil berkata,
” Nggak percuma aku habis modal akhirnya anakku berhasil mendapatkan ilmu yang di inginkannya ”.






Sehabis kejadian itu akhirnya Sukardi berkata,” ngapain lu ngajarin gue silat Cipecut, itu aja yang lu ajarin ke gue”.
Disitulah pertama kali Pak Toha mengajarkan ilmu Al-Hikmah kepada adiknya Sukardi dan jatuh kebiasaan dimana kita ikhwan Al-Hikmah disyahkan menjadi Pembina atau Perawat Al – Hikmah,
dihimbau untuk membina atau merawat keluarga terlebih dahulu sebelum orang lain.
Setelah di ajarkan ilmu Al-Hikmah akhirnya Sukardi berangkat main lagi tapi kalah lagi.
Maka di ikatlah oleh Sukardi hingga semuanya tampak bengong seperti patung.
Lalu Sukardi mengambil semua uang yang ada tapi hal ini diketahui oleh Pak Toha hingga akhirnya jatuh sumpahnya Pak Toha dari kejadian itu.


Bahwa setiap muslimin muslimat yang ingin masuk atau belajar ilmu Al-Hikmah harus bisa dan mau mengerjakan segala perintah ALLAH dan menjauhi segala larangan- Nya.







B. RIWAYAT KH. M. SYAKI ABDUSYUKUR bin SARTAWI

Pada tahun 1935 Abah H. Syaki berjalan di jalanan Jakarta dan melihat orang-orang yang sedang latihan. Melihat kejadian aneh, orang mukul mental dengan cuma ditunjuk. Karena penasaran abah pun turun gelanggang, tapi begitu nyerang langsung terpental. Setelah berapa kali abah pun yakin bahwa memang benar.
Abah pun minta di ajari sama Pak Toha, tapi dijawab, ” nanti saja dek. Kalau kamu sudah dewasa tagih hutang sama saya ”. Pada waktu itu abah dikasih kenit ( batu cincin yang di buntel ) sebanyak 3 buntelan sambil berkata,
” bawa ini insya Allah dengan membawa inipun kamu akan selamat ”.


Tahun 1952 setelah anak abah, Ramli lahir. Abah pun di syahkan menjadi Pembina atau Perawat untuk mengajar. Tapi abah belum mau disyahkan, tapi dipaksa oleh Pak Toha dengan ucapan, ” nggak apa – apa terima aja dulu ”.
Setelah disyahkan tahun 1952, maka pada tahun 1957 Pak toha pun wafat.
Inilah saat pertama kali turun wirid’an dari Pak Toha. Karena sebelumnya Al-Hikmah tanpa wirid’an.


Riwayatnya ketika abah datang ke Jakarta, Pak Toha sedang sakit karena kedatangan 3 orang tamu yang kurang sopan. Pak Toha pada waktu itu sedang lengah.
Tamu tersebut mengucap salam dan bertanya dengan kasar, ” mana Toha ”.
Pak Toha marah lalu keluar dan memukul tamu tersebut, namun Pak Toha malah terpental.
Kemudian tamu tersebut pulang dan berkata,” Toha, sampai disini saja kamu mengurus ilmu ini ”. Setelah seminggu abah menemani Pak Toha yang sedang sakit di Jakarta,
abah disuruh pulang dengan kalimat, ” Kamu dosa meninggalkan anak istri di rumah ”.


Abah pun pulang dan setibanya di rumah menyuruh Surnita (adik laki – laki abah) untuk ke Jakarta menunggu dan menemani Pak Toha yang sedang sakit. Begitu sampai, Pak Toha sedang dikelilingi keluarga.
Pak Toha bertanya, ” mana adiknya Syaki ? ”, ” saya abah ”, sahut Surnita.
Waktu itu Pak Toha memberikan amplop sambil berkata, ”amplop ini jangan di buka, kalau bukan Syaki sendiri yang membukanya ”. Begitu amplop jatuh ke tangan Surnita, maka saat itulah Pak Toha Wafat.
Surnita pun pulang kerumah dan memberikan amplop tersebut ternyata berisi 3 lembar kertas surat dan satu lembaran kitab ” tajul muluk”.


Lembar Pertama dari surat itu berisi amanat yang bunyinya : Bahwa syarat masuk Al-Hikmah harus taat kepada
hukum syara dan hukum negara.


Lembar Kedua berisi wirid’an


Lembar Ketiga berisi minta sumbangan karena mau meninggal. inilah pertama kali jatuh wirid’an terhadap
Al – Hikmah.


Sesudah Pak Toha wafat tahun 1957, maka pada tahun 1958 abah Syaki mulai bergerak luas meninggalkan pekerjaannya dan fokus mengajarkan Ilmu Al-Hikmah.








Pada tahun 1965, di Lampung anggota Al-Hikmah sudah 10.000 anggota.
Kemudian abah membentuk KSBPI ( Kesatuan Seni Budi Pekerti Islam ). Tapi di Malaysia disebut KSBPIM, karena sifatnya berbentuk kesatuan, maka didirikanlah CV. DENGKUL.


Tapi tidak lama karena Direkturnya bernama Marzuki (bukan anggota Al-Hikmah).
Tidak menjalankan tugas dengan baik karena lebih tertarik dengan sekretarisnya sehingga tugas-tugas terbengkalai. CV. DENGKUL lalu di bubarkan oleh Abah H.Syaki.
Dengan terlebih dahulu menyelesaikan hutang piutang perusahaan.


Setelah selesai abah kembali ke Jakarta, dengan maksud melapor ke KSBPI Pusat
Tapi ketika sampai abah mendengar suara gaduh dari ruangan ustadz Ramli.
Setelah salam 3x tanpa menunggu balasan abah langsung masuk,
abah pun bertanya, ” sedang apa kamu Ramli ”.
” sedang meng-Islamkan setan ”, jawab Ustadz Ramli
Abah pun marah karena jawaban itu, KSBPI pun dibubarkan.


Sampai di rumah abah bingung mau dinamakan apa Ilmu Allah ini ?


Siapakah Abah Syaki(K.H.M.SYAKI ABDUS SYUKUR)
Sejarah tentang siapa Abah Syaki, sangat sedikit yang mengetahui, saya pribadi pun hanya mendengar cerita dari para senior tentang beliau.. itupun kisahnya banyak yang tak masuk akal.. dan jika di konfirmasi kepada H Romly beliau kebanyakan senyum saja, dan bahkan sering mengatakan tidak benar itu

termasuk perjumpaan beliau kepada Abah Toha di Jakarta, diceritakan bahwa masa dahulu itu, Abah Saki sempat menjadi Centeng di Tg.Priok, dan abah Syaki ternyata juga mahir dalam bermain silat yang sifatnya fisik, namun tidak diceritakan Silat apakah yang dipegang oleh Abah Syaki.

sehingga ketika bertemu dengan Abah Toha, segera saja Abah Syaki menjajalnya dengan menyerang secara fisik.., dan hasilnya..., abah Syaki sampai terjerembab jatuh bahkan dikatakan sampai nyungsep masuk ke got itulah sebab, mengapa kemudian diceritakan kemudian Abah Syaki menyatakan takluk dan langsung berguru kepada Abah Toha..
setelah pelajaran dirasa cukup, Abah Toha kemudian memerintahkannya untuk melanjutkan pelajaran kepada Abah H. `Amilin yang berdomisili di Dayeuh Kolot Bandung.

diceritakan kemudian, Abah segera berangkat ke Bandung.. dan perjumpaan terjadi di tengah sawah.. tatkala Abah kemudian bertemu dengan seorang petani yang berperawakan kecil
lalu bertanya.. dimanakah rumahnya Abah H. Amilin.. lalu disambut dengan pertanyaan lagi, untuk apakah kamu mau kesana..lalu dijawab Abah, mau berguru sesuai amanat dari Abah Toha.. yang ada, Abah segera ditantang berkelahi oleh petani itu.. dan segera saja Abah melayani dengan mengeluarkan jurus silatnya.. dan terjadi lagi...
hanya dengan sedikit gerakan mengibas.., abah langsung terjatuh dan tidak bisa bergerak..

akhirnya petani itu tersenyum, dan kemudian menunjukkan arah rumahnya H.`Amilin..
lalu berangkatlah Abah Syaki dengan perasaan herannya.. mencari ke arah yang ditunjukkan.. dan sesampainya di rumah H.`Amilin.. betapa kagetnya Abah... ternyata...
Abah H.`Amilin ialah.., petani yang ditemuinya tadi di lokasi sawah ..
Beliau sudah ada di rumah itu dan mengenalkan dirinya ialah yang dicari

demikianlah selanjutnya abah Syaki diceritakan kemudian menerima pelajaran Asmak
sebanyak 28 amalan, yang terbagi kepada 4 bagian / tingkatan..
Hal inilah yang menyebabkan kemudian, setelah itu Abah direstui untuk membuka
pelajaran Hikmah di Cisoka, yang kemudian berdiri dengan nama Al Hikmah.

http://kisawung.multiply.com/journal/item/6/Al_Hikmah


pada awalnya abah menerima ilmu dari pak toha tanpa wiridan...
namun pada tahun 1957 saat detik detik terakhir hayat pak toha... beliau menitipkan surat kepada adik abah yang pada saat itu sedang aplusan dengan abah menunggu pak toha......

yang kemudian di sampaikan surat itu kepada abah.. yang ternyata isinya terdapat 3 lembar..

lembar pertama adalah syarat syarat yang harus di pegang oleh para penerima ilmu,
lembar kedua isinya 6 wiridan yang sekarang menjadi salah satu kewajiban para ikhwan alhikmah untuk memperkuat energi keilmuanya,

dan lembar ketiga adalah permohonan pak toha pada abah untuk membantu keluarga pak toha dalam pengurusan penguburan pak toha..

sepeninggal pak toha... abah mulai mengembangkan keilmuanya sehingga sampai mempunyai anggota ribuan.. bahkan pada tahun 1965 anggota nya di lampung mencapai 10ribu orang..

saat itu namanya belum alhikmah.. tetapi masih KSBPI ( kesatuan seni budi pekerti islam) dan masih satu rumpun dengan SINLAMBA

namun karena banyak berselisih faham dengan murid pak toha yang lainya abah pun shalat istikharah.. yang akhirnya mendapatkan petunjuk untuk memberi nama dengan AL-HIKMAH
Abah melakukan Istikharoh dan hasilnya turun nama AL – HIKMAH.
C.SEJARAH K.H.AMILIN BIN H.MANSYUR

KH.AMILIN atau yang bergelar Abdul Jabbar dilahir SEKITAR 1800 di Garut dan wafat tanggal 22 September1962 dimakamkan DAYEUH KOLOT BANDUNG.Shohibul hikayat Haji AMILIN atau para penghayat Abdul Jabbar atau para murid beliau di bandung dan Garut sering memanggil dia dengan sebutan penghormatan MAMAK amilin,beliau juga sempat berguru kepada HAJI ODDO bin SYAIKH ABDUL KARIM al-bantani Yang memiliki pesantren berada di daerah Karawang(Rengas Dengklok),syech abdul karim al-Bantany seorang ulama besar yg mewariskan thoriqoh qodiriyah naqsyabandiyyah dari syech akhmad khotib sambas Bin Abdul GHOFFAR (Lahir di sambas-kalbar bermukim dan tinggal dimekkah sebagai pendiri thoriqot naqsyabandiyyah qodariyah) Kepada H.ODDO.
         KH.AMILIN juga sempat berguru dan bermukim di Mekkah Al-Mukarromah .Salah satu gurunya di mekkah adalah “Syaikh Fathoni,”yang menurut riwayat adalah yang memberi beliau gelar “Abdul Jabbar’ yang berarti hamba allah yang gagah perkasa.
Abdul Jabbar adalah diri kita yang artinya sebagai manusia adalah abdi allah yang gagah perkasa (Abdul Jabbar) sebagai khalifah di mukabumi. Jadi Asmak Abdul Jabbar adalah penginisasian diri atau mengembalikan manusia ke arah seharus nya sebagai pemegang kendali alam semesta dan sebagai pengemban tugas dari sang maha pencipta.
Pada zaman penjajahan Mamak Haji Amilin bersama degan murid-murid nya memakai tanda gelang berwarna merah di pergelangan tangan,sehingga mereka lebih di kenal dengan sebutan “Pasukan Gelang Merah”.
Dalam menghadapi Belanda, Pasukan Gelang Merah tidak menggunakan senjata alias hanya menggunakan tangan kosong. Walawpun murid-murid beliau banyak berguguran menghadapi belanda yang bersenjata lengkap,tapi murid-murid beliau tetap berhasil memenangkan perang melawan Belanda. Karena hanya menggunakan tangan kosong mengahdapi belanda,tangan mereka banyak berlumuran darah sehingga mereka juga di kenal dengan sebutan “Si Tangan Merah”.
  Selama menjalani dan membina sebagai guru Asma Abdul Jabbar,di daerah Garut, Jakarta,dan Bandung atau lebih tepatnya di daerah Dayeuh Kolot Bandung. H. Amilin di kalangan murid-murid nya sering di panggil dengan sebutan Mamak Haji Amilin atau ada juga yang memanggil beliau dengan sebutan Mamak Pagreksa Haji Amilin, sedanhkan murid-muridnya di panggil dengan sebutan Pala Putra Mamak,”Pala” adalah sebutan jamka atau lebih dari satu putra Mamak Haji Amilin.
H. Amilin semasa hidupnya dulu banyak meluruskan orang-orang yang mencari atau mengunggulkan kedigdayaan. Banyak yang di lucuti baik isim-isim, jimat, bahkan niat nya orang-orang itu di luruskkan zikirnya hanya karena Allah semata.
Di ingat kan untuk meningkatkan ke ikhlasan dan di beri wasiat agar tekad,ucap,jeung lampah(niat,perkataan,dan tindakan) selaras dengan perintah allah swt di beritahukan makna basmalah,dua kalimah sahadat,innalillahi...,haokollah... supaya lurus.
Beliau juga berwasiat,jangan mengurusi khodam apalagi mitos. Wasiat yang terpenting adalah untuk selalu menjaga tauhid. Bahkan dalam zikir asma di katakan , barang siapa niat nya berzikir asma abdul jabbar,bukan karena allah dan termasuk di jadikan sulap,maka akan mengalami kecelakaan di dunia dan akhirat.
“untuk memukul ? (memukul siapa)
“untuk menjaga ? (dari apa)
Yang menjaga itu allah atau hijib ?..
Tengok ini untuk itu,itu untuk ini..
Dalam mengamalkan “(kalimah asma abdul jabbar)” ini,semata-mata hanya untuk berbakti diri kepada allah dan tidak untuk kepentingan dunia,kesaktian,kekayaan,da lain-lain.
Lihatlah nabi besar Muhammad SAW yang tidak ada satupun manusai yang lebih ma’rifat kepada allah selain beliau,kalau lah memang beliau kebal atau sakti, mengapa saat perang uhud beliau terluka dan jika kaum Quraisy menghina untuk mengeluarkan mu’jizat atau pun hal aneh lainnya, beliau hanya menjawab :
“AKU HANYA UTUSAN ALLAH SWT YANG DI UTUS KEPADAMU,YANG DI KATAKAN KEPADAKU BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH”.
Sedangkan mu’jizat/karomah yang di alami baik oleh nabi besar muhammad SAW atau Mamak Haji Amilin yang sering di ceritakan para sepuh adalah benar tapi itu semata-mata adalah kehendak dan rahmat allah SWT bukan kehendak atau kemauan beliau. Allah berfirman dalam al-qur’an : “saat kamu melempar, maka bukan kamu yang melempar’tapi allah lah yang melempar”.
Da lihatlah iblis yng mampu terbang dan berpindah dari ujung barat ke ujung timur hanya dengan sekejap mata ! namun tetap saja dia terlaknat di hadapan allah swt.

MAKNA ASMAK ABDUL JABBAR/PERMOHONAN  
 TA’AWUDZ : A’UDZUBILLAHI MINASYAITHOIRRODZHIIM
Aku berlindung kepada allah dari godaan syaithan yang terkutuk,makna nya : dalam mengarungi hidup yang berat ini setan senantiasa menggoda manusia dengan laknatnya oleh karena itu,kita harus berlindung kepada allah agar terhindar dari laknat tersebut dengan cara mendekatkan diri kepada hukum-hukum allah
BASMALAH : BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM
Selain kita berlindung kepada hukum-hukum allah,maka kita mejalankan segala sesuatu dengan mengatas namakan allah. Artinya kita bertindak di muka bumi ini mewakili allah (khalifah di muka bumi ini) oleh karena itu segal tindak tanduk kita harus sesuai dengan yang di inginkan oleh allah yang tercantum dalam al-qur’an.
SYAHADAT : ASYHADUALLA ILAHAILALLAH WA ASHADUANNAMUHAMADARRASULULLAH
Hukum dengan sifat-sifat allah yang kita pakai dan nabi Muhammad sebagai pelaku yang kita pakai untuk mejalani kehidupan.
INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJIUUN
Dalam hal ini semua yang di langit dan di bumi akan kembali kepadanya, maka kita jangan lah menyombongkan diri,segala sesuatu dengan kalimat insya allah.
Jadi jelas amalan di atas tanggung jawab yang berat bagi yang membacanya,bila mana mengingkari  atau mengkhianati sansinya akan sangat berat.  Semua nya karena sahadat diri, setiap abdul jabbar akan membawa shadatnya masing-masing kelak di hari akhir dan setiap abdul jabbar akan bertanggung jawab atas diri sendiri di hadapan shadatnya. Siapapun orang yang memvonis sesuatu karena sebab wirid nya asma abdul jabbar hanyalah semata-mata keridhoan allah terhadap hambanya yang senantiasa mengingatnya dalam keikhlasan,
“CUKUPLAH ALLAH YANG MENJADI PELINDUNG DAN HANYA KEPADA ALLAH LAH KITA MEMOHON PERLINDUNGAN, dalam pengmalannya yang di ajarkan  Mamak haji Amilin, asma abdul jabbar tidak memakai istilah guru atau murid, karena kita sama di mata allah,sama manusia nya.
APAKAH KITA SUDAH BENAR MENJADI MANUSIA ATAU SUDAHKAH MENJADI MANUSIA YANG BENAR?
Saksikan niat,ucap,dan perbuatan kita,apakah sudah betul sesuai dengan al-qur’an dan hadits. Salah satu wasiat mamak haji Amilin yang tercantum dlm kitab wasiat Asma Mamak Haji Amilin dalam bahasa Sunda dan di terjemahkan : ketika anda hendak mencari ilmu,harus di perhatikan bagaimana perilaku gurunya,bagaimana pelaksanaan ilmunya atau rnedah hati nya serta kasih sayang nya kepada murid. Dengan menurunkan ilmu,sebab mencari ilmu itu wajib dengan pelaksanannya. Mencari ilmu itu wajib bagi laki-laki dan perempuan,oleh karena itu perhatikan lah perilaku gurunya,karena ilmu yang paling utama itu adalah ilmu tingkah laku (akhlak) dan amal yang paling utama adalah memelihara tingkah laku.
Pepatah para sepuh= tetaplah seperti ilmu padi semakin berisi semakin merunduk,takut karena apa,berani punya apa.
Dalam masa penyebaran ajaran Asma Abdul Jabbar, Mamak Haji Amilin telah memberikan contoh teladan dari ajara asma yang baik. Hingga menurut kisah pala putra da keluarga beliau yang hadir pada saat Mama Haji Amilin mendekati ajal,Mamak Haji Amilin masih berpesan :Ulah musyrik....Ulah musyrik......Ulah Musyrik.....(jangan musryik 3x), lalu beliau pun meninggal.
Karena ajaran Asma Abdul Jabbar pernah di katakan sebagai aliran sesat oleh beberapa ulama,tuduhan sesat ini muncul dari masalah ke amanan,akidah dan persaingan perguruan.
Perdebatan yang serius terutama dalam pengistilahan : ABDUL JABBAR : dalam kalimah yang beliau sampaikan karena “Abdul itu di identikkan dengan makhluk bukan kholik,di khawatirkan dengan adanya penyimpangan akidah,namun alhamdulillah akhirnya setelah mencerna sesuai pemahaman HAKEKAT,terutama dari asbabun nuzulnya masalah tersebut selesai. Mereka menyimpulkan bahwa ajaran kalimah asma abdul jabbar mengandung penghayatan hakekat yang memang dalam.
 . Setelah salah satu penerus beliau menjelaskan kepada menteri agama akhirnya dapat di terima dan akhirnya nama ajaran sesat itu di cabut,namun akhirnya asma terpececah, yang di Jakarta di sebut asma intelek oleh yang di bandung karena ilmu di pergunakan ke kalangan luas dan membantu yang lemah secara massal,akhirnya banyak yang mengakui termasuk bapak Ali Sadikin almarhum yang pada waktu itu enjabat sebagai gubernur DKI

            HAKIKAT DAN NITSBAT ISMU ABDUL JABBAR
Nitsbat Ismu Abdul Jabbar ialah kepada tiga hamba allah : yaitu Malaikat Jibril Allaihissholatu Wassallam,Nabi Musa Allaihissholatu Wassallam, dan abi Besar Muhammad Rasulullahu Shalallahu alaihi wassallam (dalam kitab Syamsul Ma’arif Al Kubro )
Mungkin itulah filosofi ajaran Abdul Jabbar dari Mamak haji Amilin yang dalam pengalamannya di fokus pada “pengencangan otot ke dua lengan” di sertai dengan dzikir asmak-Nya.
Simbol lengan adalah filosofi kekuasaan dan power untuk merubah ke adaan, pada jibril Allaihissholatu Wassallam= lengan di simbolkan sayapnya yang jika di kembangkan sangat lebar dan panjang sekali dari ujung timur sampai ke ujung barat.
Pada Nabi Musa Allaihissholatu Wassallam = lengannya yang bercahaya
Pada Rasulullahu Shalallahu alaihi wassallam = di simbolkan sebagai “rahmatan lil alamin”
Hakikat Ismu Abdul Jabbar : dalam menggali khazanah ke ilmuan ismu Abdul jabbar adalah:
   
TA’AWWUDZ:
Pangreksa Allah adalah ismu yang mejadikan mengawali segala sesuatu yang yang dhohir :ALLAHU ISMUNLIDZTI WAJIBIL WUJUD,”Kalimat diatas merupakan kalimah peraksian terhadap asma yang merupakan kalimah cahaya awal kejadian.
BASMALAH:
Dengan menyebut  A sma Allah Arrohman dan Arrohim disini tersirat sebuah pemahaman “ASMA DZAT”.LAITSA KAMITSLIHI SYAI-UN Yakni ARRAHMAN dan ARRAHIM .Arrahman adalah ismuz Zat ismuz zat yang mengantarkan kepada  Nikmat dunia.Arrahim
Adalah ismuzzat  yang mengantarkan kita kepada nikmat di akhirat.
     Tetapi ini bukan berarti pengkotakan terhadap nikmat Allah.Karena ini adalah Ismu yang begitu lafazd ALLAH adalah  ismu yakni ismu DZAT LIDZATI WAJIBILWUJUD  Sama juga dengan dzat >
Laitsya kamitslihi syai-un ............

KONSEPSI ABDUL   JABBAR
Merupakan perwujudan dari tiga Pengreksa Allah yakni:
1.Jiwa
2.Ruh
3.Raga
Dalam bahasa lain disebut :
1.Nur
2.Kamilah
3.Baliah
Dalam bahasa lain disebut:
1.Tekat
2.Ucap
3.Lampah

SYAHADAT:
Maka dengan ketiga perkara diatas aku bersaksi bahwa,”LAA ILHA ILLALLOH MUHAMMADDARRASULULLAH,”Ini berarti meniadakan ILLAH(TUHAN/HIJAB)Yang ada pada ketiga perkara diatas kecuali hanya kepada Allah..........................”dan bahwa Muhamad SAW Adalah
Utusan Allah.”Disinilah kita menyadari bahwa segala sesuatu merupakan Pengreksa atau karena izin Allah dan keridhoan Allah, KONSEPSI inilah muncul kalimah Ke 4 yakni:
INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJI-UUN:Bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembalipun kepada ALLAH....................
       Dengan berdasarkan empat kunci ini,maka insya Allah IKHWAN al-hikmah DIHARAPKAN menjadi seORANG MANUSIA menjadi ABDUL JABBAR yang merupakan KHOLIFAH yang memiliki pangkat “MUHAMMAD SAW”Sebagai “wamaa arsalnaaka rahmatan  lil alamin.”
Ini yang menjadi cita-cita kita semua sebagai hamba Allah sehingga kita menjadi hamba yang selamat dan menyelamat sesama Makhluk ALLAH.

 KH.Mama amilin abdul jabbar Dan Bung karno

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Seiring dengan pertanyaan saya mengenai amanah2 KH Mama Amilin Abdul Jabar, sedikit informasi sebelumnya akan sy sharing di forum ini.



Setau saya, beliau Mama Sepuh KH Amilin lahir sekitar 1800 an, meninggal sekitar tahun 1962 dan dimakamkan di daerah Dayeuh Kolot Bandung dan bergelar Abdul Jabar diketahui sebagai salah satu guru spiritual presiden pertama Indonesia Bapak Ir. Soekarno. Beliau yg memprakarsai lahirnya falsafah negara Indonesia - Pancasila. Salahsatunya lambang Burung Garuda ini memiliki 17 sayap yg memiliki arti adalah "Hal yg lebih tajam dari Pedang Sayidina Ali RA adalah ahlak/perilaku yg mulia" (arti yg diambil dari tulisan arab yg membentuk sayap burung garuda).
Sungguh mulia bagian arti dari burung garuda ini. Dahulu dari sejarah nabi,Ahlak mulia memang hubungannya dengan Ahlak Nabi Muhammad SAW yg sungguh mulia. Bisa dihubungkan dengan kedua kalimah syahadat yg mengutamakan Ahlak yg baek. (segitu dulu ya)


***********************************************************************************
Oleh: H. Muhammad Said Kusuma*
SEJARAH YANG HILANG (MISSLINK)
Apabila kita berbicara tentang Pancasila, maka kita tidak akan lepas dari perjuangan tokoh-tokoh yang berhubungan dengan Pancasila, yaitu Tokoh-tokoh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), seperti:


Ir. Ahmad Soekarno
Muhammad Hatta
Sultan Syahrir
Douwes Dekker
Abdul Gani
Muhammad Yamin
Mochamad Toha


Toloh-tokoh dari Sisi “Spiritual”, yaitu :
Ir. Ahmad Soekarno
Mama Amilin Abdul Jabbar
Eyang Santri Kalammullah (Jati Kusuma)

KH. Surya Poerwanegara
Wali Cipta Gati Arjakusuma (Eyang Kencana Gading)
Mualim Adang


Perjalanan Sejarah Ir. Ahmad Soekarno dalam menentukan Pancasila sebagai Lambang Negara dan 17 Agustus 1945 sbg Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.


Perjalanan ini dimulai saat Anak Bung Karno yaitu Guntur Soekarno Putra berumur 10 Tahun (Di Gunung Guntur Garut). Terjadilah dialog antara Bung Karno dengan para Tokoh Spiritualnya itu. Setelah dialog itu lalu Bung Karno pergi ke Gunung Salak – BOGOR yaitu di Taman Sari di dekat sebuah Pohon Waru untuk berkhalwat, bermunajat kepada Allah SWT.


Khalwat Hari I (Pertama) BUNG KARNO
Dalam khalwat pada hari pertama itu, Bung Karno memohon bermunajat kepada Allah SWT; Apakah kiranya yang akan dipakai sebagai Lambang Negara Republik Indonesia ini? Pada hari itu tiba-tiba muncul se-ekor Burung Elang Bondol dan mendarat di Pohon Waru. Bung Karno berpikir, mungkinkah ini yang akan dijadikan Lambang Negara ? namun akhirnya Bung Karno meneruskan kembali khalwatnya memohon petunjuk dari Allah SWT.


Khalwat Hari II (Kedua) BUNG KARNO
Khalwat pada hari ke-Dua itu mendarat se-ekor Burung Elang Laut di pohon waru, yang besarnya melebihi Burung Elang Bondol. Saat Bung Karno melihat burung itu, ia berpikiran mungkinkah ini, tetapi Bung Karno akhirnya berpikiran mungkin bukan ini petunjuk dari Allah sebagai Lambang Indonesia sehingga Bung Karno akhirnya melanjutkan lagi khalwatnya.


Khalwat Hari III (Ketiga) BUNG KARNO
Pada khlawat hari yang ketiga itu tiba-tiba Bung Karno melihat dari atas udara turun se-ekor Burung Elang yang dari jauh kelihatan kecil lama kelamaan menjadi besar dan mendarat di Pohon Waru. Burung Elang itu mempunyai Bentangan Sayap 1,5 – 1,8 Meter yang berwarna Emas. Selanjutnya Burung Elang itu disebut juga Burung Rajawali yang merupakan Burung khas Indonesia khususnya Jawa Barat.


Setelah melihat Burung Rajawali (Elang) yang sedemikian besar itu, lalu Bung Karno meminta Petunjuk kepada Allah SWT. Jika Burung Rajawali ini benar sebagai Lambang Negara Republik Indonesia, Bung Karno mohon diberikan petunjuk dan tandanya. Sehingga pada saat itu tiba-tiba Burung Rajawali itu Mengepakkan Sayapnya sebanyak 3 (tiga) kali sambil mengangguk dan lalu berdiri sambil menunjukkan Dadanya. Selanjutnya Bung Karno pada saat itu berkeyakinan bahwa Burung Rajawali itu sebagai Lambang Negara Republik Indonesia.


Dialog Bung Karno tentang Lambang Negara


Setelah kejadian itu lalu Bung Karno mengadakan Dialog dengan Para Tokoh Spritritual, antara lain:


Mama Amilin Abdul Jabbar berpendapat ; Burung Elang atau Rajawali diganti namanya menjadi Burung Garuda. Eyang Santri Kalamullah berpendapat; Burung itu adalah Burung Garuda dengan Bahasa Alam utk Akhirat dan Agama. Dari Dialog itu maka Bung Karno bersepakat bahwa Lambang Negara Republik Indonesia adalah Burung Garuda.


Dialog Hari Penentuan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia


Pada masa itu Bung Karno mengusulkan tanggal 15 Agustus 1945 adalah sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia. Tetapi Eyang Santri Kalamullah mengusulkan Hari Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agurtus 1945. Sehingga pada rapat tersebut akhirnya semua sepakat bahwa 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Adapun makna dari pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah sebagai berikut :
a. 17 ; berarti jumlah 17 Raka’at Shalat sehari semalam
b. 8 ; berarti 8 Arah Penjuru Mata Angin
c. 19 ; 19 huruf Hijaiyah BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
d. 45 ; berarti jika dijumlahkan menjadi angka 9 (sembilan) yang berarti Wali Songo yang telah berjasa menyebarkan agama Islam di Bumi Nusantara
Dari hal ini saja mestinya kita harus Bangga bahwa sesungguhnya Negara yang kita cintai ini yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri atas KASIH dan SAYANG Allah SWT yang dilimpahkan untuk Bumi Nusantara ini.


***********************************************************************************
Posting ini hanya sekedar keingintahuan saya mengenai KH. Mama Amilin Abdul Jabar, karena keluarga saya adalah pengikutnya


*sumber : http://zeroo-jelajahtauhid.blogspot.com/
sama-sama belajar memperbaiki diri sendiri23



Bersembunyi di tempat terang

(http://wwwruanggelappenuhperenungancom.blogspot.com/2010/12/asma-allah.html)

Sejarah Tentang Mama Amilin Abdul Jabbar dengan Ir. Soekarno hun 1920 -an Pak Kasedanmenempuh pendidikan di HBS bandung sekarang berubah menjadi ITB Bandung, sampai gelar insiur
Jadi sekitar tahun 1920-an pak Karno sedang menempuh pendidikan di HBS Bandung sekarang berubah menjadi ITB bandung, sampai gelar insinyur beliau dapatkan di HBS Bandung,
Di masa kuliah beliau itu KH. Mamak Amilin tinggal di daerah Lengkong besar dekat alun-alun bandung  dan beliau PaK Kano ikuta ngaji ke mama amilin, kebetulan tempat kos beliau saat itu dekat dengan tempat Mama amilin saat itu,
Dan apa yang terjadi setelah itu beliau  semakin dekat dan menjadi pemimpin bangsa,dan Mama Amilin Abdul Jabbar banyak di minta petuahnya di dalam perjuangan beliau, bahkan sampai apa lambang negara, butir-butir pancasila dan masih banyak hal lainnya yang  beliau minta petuah.


b
http://1.bp.blogspot.com/-MmA9jsRGqiM/ThU66za3cpI/AAAAAAAAAy4/nlyclRG2XPU/s1600/cooltext538038344.gif
Bung Karno
Sejak 1950 sampai 1965 telah terjadi 7 kali percobaan pembunuhan terhadap Bung Karno,
yaitu :

   1. Penggranatan di Cikini
                 Terjadi pada tanggal 30 Nopember 1957, di Cikini, dimana pada saat itu Bung Karno menghadiri peringatan ulang tahun Yayasan Perguruan Cikini. Guntur dan Megawati adalah murid SD Yayasan Perguruan Cikini. Bung Karno sempat meninjau berkeliling sekitar 25 menit, dan ketika pulang tiba-tiba terdengar ledakan hebat, yang belakangan adalah ledakan granat yang dilempar dari sekitar sekolah. Para pelakunya Juyuf Ismail, Saadon bin Mohammad, Tasrif bin Husein, dan Moh Tasin bin Abubakar berhasil dibekuk dan di hadapkan ke pengadilan militer. Mereka di jatuhi hukuman mati pada 28 April 1958.
   2. Penembakan dengan Pesawat MIG-17 ke Istana Negara
                        Pada tanggal 9 Maret 1960, Bung Karno sedang berada di Istana Merdek. Sebuah pesawat terbang MIG 15 terbang rendah dan meluncurkan roket tepat mengenai Istana Merdeka. Namun, Tuhan telah menggerakkan tangan-Nya untuk melindungi Bung Karno. Letnan Penerbang maukar, pilot pesawat itu mendaratkan pesawatnya di persawahan daerah garut karena kehabisan bahan bakar. Ia kemudian dijatuhi hukuman mati, tetapi sebelum sempat menjalani hukumannya, Bung Karno mengumumkan amnesty umum terhadap PRRI/PERMESTA
                  Yang pernah memberontak. Maukar yang termasuk unsure PRRI.PERMESTA, langsung dibebaskan.
   3. Usaha penembakan dalam acara Idhul Adha
                 Pada tanggal 14 Mei 1962, saat orang-orang mukmn termasuk Bung Karno sedang berjajar dalam shaf hendak mealksanakan Sholat Iedul Adha dengan mengambil tempat di lapangan rumput antara Istana Merdeka dan Istana Negara, tiba-tiba terdengar tembakan pistol bertubi-tubi diarahkan kepada Bung Karno dari jarak 4 shaf dibelakangnya. Ketika diperiksa, penembak mengaku melihat Bungkarno yang dibidiknya, ada dua orang dan menjadi bingunglah ia jendak menembak yang mana. ZTembakannya meleset tidak mengenai Bung Karno yang menjadi sasaran, sebaliknya menyerempet bahu Ketua DPR Zainul Arifin dari NU yang mengimami shalat. Orang tersebut divonis mati, tetapi ketika disodorkan kepada Bung Karno untuk membubuhkan tandatangan untuk di eksekusi, Bung Karno tidak sampai hati untuk merentangkan jalan menuju kematiannya, karena ia berpikir bahwa pembunuh sesungguhnya adalah orang-orang terpelajar ultra fanatic yang merencanakan perbuatan itu.
                 Seorang kiai yang memimpin pesantren di daerah Bogor H. Moh Bachrm, dituduh mengatur rencana tersebut dan memerintahkan melakukannya. Setelah meletus G30S, tempat tahanannya dipindahkan dari RTM ke Penjara Salemba berbaur dengan ribuan tahanan G30S. ditempat itu juga ditahan seorang kapten CPM yang pernah menginterograsinya. Haji Moh. Bachrum menyangkal semua tuduhan. Sikapnya terhadap tahanan G30S, sangat baik dan selama di Salemba, ia ditunjuk mengimami sembahyang berjamaan yang diikuti oleh semua tahanan yang beragama Islam yang diselenggarakan di lapangan penjara. Ia bebas lebih cepat dari pada para tahanan G30S, karena dianggap berkelakuan baik.
   4. Serangan mortar dari gerombolan Kahar Muzakar
                 Di jalanan keluar dari Laangan Terbang mandai menuju Kota. Peluru mortar diarahkan untuk mengenai kendaraan Bung Karno, tetapi ternyata meleset jauh
   5. Pelemparan granat di Makassar
                        Bung Karno dilempar granat pada malam hari di Jalan Cenderawasih, saat Bung Karn dalam perjalanan menuju Gedung Olahraga mattoangnn untuk mengghadiri suatiu acara. Lemparan granat itu meleset dan jatuh mengenai mobil lain yang beriringan dengan mobil Bung Karno dan tidak menimbulkan cedera apa-apa
   6. Terjadi ketika suatu hari Bung Karno dalam perjalanan mdari Bogor ke Jakarta dalam satu iring-iringan. Bung Karno melihat sendiri seorang laki-laki dengan gerak-gerik aneh seperti maling. Dan tiba-tiba saja melemparkan granat ke arah mobil Bung Karno.
Silakan Berkomentar, dan jangan diluar jalur..oke!

Read more:
Bung Karno Pernah Dicoba Dibunuh 7 Kali | »BlackBlogger™ http://sefrian92.blogspot.com/2011/02/bung-karno-pernah-dicoba-dibunuh-7-kali.html#ixzz1S700tPFreliau I. MENGKAJI AL – HIKMAH
Alhamdulillahihi robbil alamin, Allah menjadikan kita sebagai orang – orang yang mendapatkan
hidayah untuk mendapatkan pelajaran tentang Al – Hikmah.
AL – HIKMAH
Bagi sebagian orang yang mendapatkan Hidayah belajar Al – Hikmah maka terkadang beranggapan Al – Hikmah adalah Ilmu seperti pada umumnya. Tapi Al - Hikmah dikaji dalam bahasa
Maka kita akan mendapatkan arti dari asal kata HIKMAH yang artinya
Mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi atau yang kita alami
Dengan mengembalikan segala sesuatunya kepada kesadaran akan kekuasaan Allah,SWT.
Al – Hikmah bagi kita sebagai Ikhwan dan Akhwat sebagai perantara
untuk mencari kasih sayang dan ke-Ridhoan Allah, SWT.


”Barang siapa taat kepada Allah dan kepada Rasul, maka mereka itu akan bersama – sama dengan orang yang diberi ni’mat oleh Allah, ya’ni dari golongan para Nabi, Shiddiqin, Syuhada dan Shaalihin. Mereka itu teman yang baik”.(QS. An – Nisaa-i : Ayat 69)


Dengan cara mencintai Allah,SWT semoga Allah,SWT pun akan mencintai kita.
Dengan cara menyayangi Allah, SWT maka insya Allah, Allah pun akan menyayangi
ummat-Nya yang mau mendekatkan diri pada-Nya.


Bagaimana cara mencari kasih sayang Allah, SWT. Para Guru dan Pembina Al – Hikmah menganjurkan untuk ber-wirid sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri dan mencari kasih sayang Allah, SWT.
Maka janji Allah, SWT tidak akan pernah di ingkari-Nya dan
Allah,SWT tidak akan pernah meleset dari janji-Nya. Siapapun orangnya yang sudah menjadi kesayangan Allah,SWT akan merasakan keberuntungan
yang tidak akan di duga dengan akal pikiran manusia.
Ber-wirid adalah cara kita untuk meng-agung-agungkan Allah, SWT.
Sebagai cara kita untuk menyadari akan kekuasaan Allah dengan
Menyebut - nyebut nama-Nya dan kebesaran hanya milik-Nya.


”Barangsiapa yang telah menyebut-nyebut nama-KU maka akan KU-masukkan dalam
kebentengan -KU dan akan KU- lepaskan dari adzab -KU”.
( janji Allah,SWT dalam Hadist Qursyi )
dan
sangatlah merugi bagi kita yang tahu dengan Allah, SWT tapi tak mengenal Allah, SWT.
Apalagi untuk menyadari nikmat-nikmat Allah, SWT yang telah kita rasakan selama ini.
Jadi Al-Hikmah hanyalah sebuah cara untuk mengenal, mendekatkan diri, mencari kasih sayang Allah,SWT dan mengharapkan segala sesutu yang kita kerjakan dan usahakan baik urusan dunia dan akhirat tetap dalam ke-Ridhoan –Nya


ILLAHI ANTA MAQSUDI WA RIDHLOKA MATHLUBI
”segala tumpuan tujuanku adalah ke-Ridho-an -Nya”.


Kasih Sayang Allah,SWt tak akan ada putusnya, kecintaan Allah, SWT tak ada batasnya.
Maka orang – orang Al – Hikmah melakukan wirid hanyalah untuk mencari ke-ridho-an-Nya
tak ada ke-ridho-an yang lain.
Me-wirid juga adalah untuk simpanan atau tabungan di akhirat pada saat kita akan mempertanggung jawabkan semua yang telah kita lakukan di bumi Allah,SWT.


Sesal tak akan berguna saat tubuh sudah terbalut kain putih, tangis sanak keluarga tak akan menolong. Sayangnya orang – orang yang kita cintai tak lagi akan mampu untuk menolong kita untuk selamatkan diri.
Dihadapan Allah, SWT hanyalah badan sendiri tiada berteman.
Teman terbaik hanyalah amal pahala yang dapat menolong.
Maka...Kita akan sangat merugi jika di saat kita menghadap ke-hadhirat Allah,SWT nanti tak ada Tabungan dan Simpanan yang akan kita gunakan untuk ditukar dengan kesenangan di Istana Allah. SWT.
Al – Hikmah tidak pernah mengajarkan bahwa setelah di gores maka orang-orang
Al – Hikmah akan dapat melakukan apa saja dengan mengucap kata pasti.
Al – Hikmah tidak mengatakan pasti tapi dengan mengucapkan Insya Allah
maka segala usaha adalah urusan kita yang mengerjakan,
Maka segala hasil dan keputusan dari segala usaha adalah ke-ridho-an Allah,SWT
kepada kita setelah berusaha.


I.A. MAKSUD dan TUJUAN PENDIDIKAN AL – HIKMAH


Sumber dari Guru Besar AL – HIKMAH, KH. ISKANDAR
Acara Ceramah di depan Ikhwan dan Akhwat di Surabaya


Membina akhlak dan membentuk jiwa tauhid di kalangan umat Islam, untuk mencapai kesejahteraan lahir dan batin di dunia dan di akhirat.


Tujuan orang Islam masuk Al-Hikmah supaya lebih di Islamkan maka sebelum orang Islam masuk
Al-Hikmah di sumpah dulu, harus sanggup meninggalkan larangan ALLAH dan harus sanggup mengerjakan perintah ALLAH. Karena tujuannya lebih di Islamkan


Nuzulnya adalah.........
Dari Nabi Muhammad, SAW mau melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj
sebelumnya dibersihkan dulu di sumur Zam – Zam.
Bukan berarti Nabi Muhammad,SAW kotor, Nabi Muhammad, SAW itu sudah bersih,
berhubung mau menghadap Allah lebih di bersihkan. Al-Hikmah itu larinya kesitu.
Karena Al-Hikmah itu HIDAYAH, Hidayah berasal dari Bahasa Arab yang artinya PETUNJUK. Berhubung Islam ini punya Allah, maka yang memberi petunjuk pun adalah Allah.
Karena yang memberi petunjuk adalah Allah maka
Yang tidak dapat Hidayah, tidak akan dapat Hidayah dari Allah.


Setelah masuk Islam kemudian masuk Al-Hikmah itupun sama adalah Hidayah.
Maka yang sudah dapat Hidayah harus pandai – pandai mengurus dan menjaganya
Karena takut di ambil lagi oleh Allah, SWT.


Contoh : Karena sayangnya orang tua dengan anak. Si anak dibelikan sepeda motor
tapi oleh si anak tidak di urus, pasti diambil lagi oleh orang tuanya.


Kalau ada orang keluar dari Islam hanya dengan makanan atau beras atau
supermi..karena merasakan hidup susah melulu...
Itu cuma syare’at, hakikatnya adalah Allah SWT mengambil lagi hidayahnya.






















I.B. APA ITU AL – HIKMAH.......?


Ilmu Al-Hikmah bukan Ahli Hikmah, bukan hijib, bukan kontak.
Ahli Hikmah ialah ilmu yang menggunakan kitab Aufak,
Sedangkan yang dinamakan dengan Hijib ialah yang mengamalkan puasa dan wirid.
Adapun yang dimaksud dengan Kontak ialah mereka yang memasukkan benda-benda tertentu kedalam tubuh seseorang seperti sambatan, susuk dan benda-benda keras lainnya.


Sedangkan Ilmu Al - Hikmah
Menurut hukum adalah ”SIRRULLAH”, yaitu contoh - contoh akhir kalam :
Ùp°×°Ü ¯ÛrCæ Ænæ ¯Ûnt Ìnvt äÂnq
ÝsÙ°à §¼RÙ° íÝt í ¯Ût ¯í ¯Ûnt ¾ ¼o ¯ÛJrt
”Barang siapa mengucap La ilaha illallah di akhir ucapan, maka jaminannya masuk surga”.
Itu di akhirat, sedangkan di dunianya di contohkan dengan Ilmu Al-Hikmah.
Al-Hikmah yang bergerak diperut itu, ” La illaha ilallah ”.
Yang bergerak ditangan, ” Muhammadur Rasulullah ”. karena di tangan adalah utusan.


I.B.a. Kenapa Harus Al – Hikmah


Karena mungkin tidak ada Ilmu seindah dan semudah ilmu Al-Hikmah,
indah karena cukup menyebut nama ALLAH, mudah karena hanya dengan mengeraskan perut,
maka sudah mencakup seluruh tujuan.
Misalnya untuk menghindari seluruh mahluk Allah yang berniat jahat atau untuk pengobatan.
Kenapa indah? Karena Likalimatin thoyibah, ” laa illaha ilallah ”,
bahwa tidak ada kalimat sebagus dan seindah kalimat, ” laa illaha ilallah ”.
Yang bergerak diperut dalil akhirul kalam,” laa illaha ilallah dakholal jannah ”.
Untuk menyelamatkan kita di akhirat sedangkan yang bergerak di tangan ” Ya Abdul Jabbar ”,
yang disebut tingkat dua untuk menyelamatkan kita di dunia.
Kalimat ” Abdul jabbar ” dari gerakan tangan atau yang disebut ”Muhammadur Rasulullah” menurut ulama dalam kitab tafsir showi itu adalah bahasa ahli neraka yang tertolong oleh Nabi Muhammad SAW setelah di angkat ke surga, mereka memberi julukan ” Ya Abdul Jabbar ” kepada Nabi Muhammad SAW.
Tetapi di kitab lain ” Ya Abdul Jabbar ”, itu merupakan julukan malaikat Izrail yang diberikan oleh ahli surga yang tidak merasakan neraka.


Diriwayatkan dalam kitab ”Jawahirul Buchori” ketika Rasul pulang dari perang handak,
beliau beristirahat dengan seorang sahabat bernama Jabir dibawah satu pohon yang rindang.
Pedang Rasul di gantung di salah satu dahan pohon dan sahabat Jabir pun pergi menjauh dengan maksud supaya tidak mengganggu istirahatnya Rasul.


Tiba – tiba muncul seorang kafir Arabi yang berniat membunuh Rasul, kafir Arabi itu mengambil pedang Rasul yang tergantung di dahan. Dan mengarahkannya ke leher Rasul, tetapi dia langsung terpental dan akhirnya lari.
Setelah kejadian itu sahabat Jabir menghampiri Rasul dan bertanya, ”Ya Rasul, aku melihat pedang tadi di arahkan tepat di leher Engkau tapi mengapa mereka bisa terpental?” Rasulullah menjawab :


! ×nG Ût .Ûnt !
”aku hanya menyebut nama ALLAH”.






Inilah salah satu riwayat Rasul yang menggambarkan betapa indahnya dan mudahnya Al-Hikmah,
karena hanya dengan menyebut nama ALLAH bisa menghindarkan seluruh makhluk ALLAH yang berniat jahat terhadap kita. Walaupun riwayatnya waktu itu Rasul tidak dibarengi dengan mengeraskan perut. karena itu adalah bagian dari mukjizat ke Nabian


Menurut ulama dalam kitab ”Pawaidul makiyah”, setiap sindiran itu syair dan Setiap syair adalah haram setiap ilmu adalah sihir adalah haram.
Sedangkan menurut hadist Rasul setiap omongan anak Adam haram kecuali amar ma’ruf nahi mungkar maka syair tersebut haram kecuali Syair Ruku Wudhu,rukun sholat dan lain – lain.


Sihir,setiap ilmu sihir haram kecuali Al- Hikmah karena syarat dari Al-Hikmah harus islam, yaitu Islam yang sanggup menjalankan segala perintah -Nya dan sanggup meninggalkan segala larangan -Nya. Baca Dua Kalimat Syahadat atau menyebut nama Allah itu Halal lain itu hanya Allah yang tahu.


Mukjizat adalah ke istimewaan bagi Nabi dan Rasul dari Allah, maka ukuran Ilmu bukan dari Nabi dan Rasul.


Hidayah adalah ke istimewaan bagi orang yang ahli ibadah.


Sedangkan Istidzrad merupakan sindiran Allah bagi orang yang bukan ahli ibadah.
Apa khijab? Adalah kelihatan. Apa Istidzrad ? Adalah sindiran.


Kenapa Mukhasafah hanya terbayang? Karena ilmu tidak akan berkembang.


Barang siapa yang sudah bisa melihat neraka dan surga maka tidak akan sanggup hidup di dunia.
Tetapi kalau Rasul Nabi Muhammad SAW, surga atau neraka sudah sebanding atau seimbang dengan badan beliau yang sudah dari cahaya.
Namun Hidayah atau Mukhasafah itupun harus di atur atau mengerti hukum – hukum syara atau agama karena setan tidak mau ketinggalan.


Khijab adalah milik dan jatahnya Nabi dan Rasul Allah
Mukhasafah adalah milik dan jatahnya Wali dan Ulama
Hidayah adalah milik jatahnya Orang-orang mukmin – mukminat
Istidzrad adalah miliknya dukun dan lain-lain, dikasih kelebihan tapi bukan ahli ibadah




































I.B.b. AL-HIKMAH adalah...


Sumber dari Guru Besar AL – HIKMAH, KH.ISKANDAR
TANYA – JAWAB didepan Ikhwan dan Akhwat di Surabaya


Tanya....Mengapa orang Al-Hikmah setelah digores tidak bisa diserang
Dan kalau kekuatan, kekuatan apa....apa bukan JIN...


Jawab : Ikhwan Al-Hikmah asal sanggup meninggalkan larangan ALLAH SWT dan sanggup
mengerjakan perintah ALLAH, SWT,dan apabila DUA KALIMAH SYAHADAT sudah dibaca,
dikeraskan perut maka yang mukul yang mental.


Yang namanya ASYHADU ALA ILLAHAILALLAH
WA ASYHADU ANNA MUHAMMADUR RASULULLAH


Itu adalah AQOM yaitu yakin adanya ALLAH SWT
Sedangkan tidak akan tau ESA-nya ALLAH SWT, GAGAH-nya ALLAH SWT
Kalau tidak tahu sifat 20. Apa artinya sifat 20 yang artinya Wujud, Qidam, Baqa, Mualafatul lilhawadis
Dan selanjutnya........
Yang artinya Wujud adanya ALLAH SWT pasti ada, dalilnya bumi dan langit serta isinya
Dan sifat 20 dimasukkan ke lafadz ILLA...ILLAHA...ILLA...ALLAH
Yang menurut Ilmu Tauhid me-WAHID-kan ALLAH SWT itu satu


Itu disebut – sebut
Laa…..Jalal
Ilaha…..Jamal
Illa…….Qohar
ALLAHu….Kamal


Laa….Nafi
Illaha…..Manfi
Illa…...Istbat
Allahu......Musbat


Itu bahasa Arab disitu disebut ILLA.....
Istbat...Istbat...Istbat itu menyebut nama ALLAH SWT...
Di lafad lainnya , ILLA itu Qohar = Gagah
Bahasa kitanya Qohar itu Gagah, dan siapa yang menyebut – nyebut nama
ALLAH SWT itu gagah. Karena akan diselamatkan di dunia dan di akhirat.


Maka Dua Kalimah Syahadat dibaca dan dikeraskan perut
Sesuai dengan lafadz ILLA adanya tengah – tengah sama dengan perut adanya tengah
Jadi yang mendorong orang mental itu adalah QUDROT.


Sifat QUDROT dari wujud, qidam, baqa...dan seterusnya tadi ada sifat Qudrot
Qudrot ALLAH, SWT di IRODAT-kan


KEKUASAAN ALLAH SWT di karsakan pada orang yang belajar Al-Hikmah


QUDROT – IRODAT – ILMU – HAYAT




I.C, Mengapa Ikhwan dan Akhwat Al – Hikmah harus di gores atau dibuka...


Ikhwan dan Akhwat yang belajar Al – Hikmah sebelum belajar al – Hikmah harus di gores atau dibuka oleh Guru atau Perawat Al – Hikmah dengan tujuan agar pada waktu me-wirid, wirid – wiridnya itu mengisi di tempat – tempat yang sudah dibuka oleh Guru Al – Hikmah. Wirid – wirid yang di ucapkan dengan lisan ini sebagai wudhu batinnya ikhwan dan akhwat Al – Hikmah.


Menurut Tasawuf
@ 2 jari di bawah Puting susu sebelah kiri adalah Latifatul Qalby yang berhubungan dengan jantung jasmani.
Disinilah letaknya sifat–sifat kemusyrikan, kekafiran dan ke takhayulan dan sifat–sifat iblis.


@ 2 jari di bawah Puting susu sebelah kanan adalah Latifatu Roh yang berhubungan dengan Rabu jasmani.
Disinilah letaknya sifat Dahimiyah (Binatang Jinak),yaitu sifat – sifat menuruti hawa nafsu.


@ Ditengah dada adalah Latifatul Akhfa berhubungan dengan empedu jasmani. Disinilah letaknya Rabaniyah,
yaitu sifat – sifat Ria, Takabur, Sombong, Ujub, Membangga – banggakan diri dan mempamer – pamerkan
kebaikan diri. Dan disini pula terdapat sifat – sifat kebaikan yaitu Ikhlas, Khusyu’, tadarru dan Tafakur.


Menurut Tasawuf dan Tarekat
Untuk membersihkan Jasmani dan Rohani maka di anjurkan untuk melakukan wirid’an guna melakukan wudhu batin sesuai dengan Sabda Rasulullah, SAW :
”Bahwasanya bagi tiap – tiap sesuatu itu ada alat untuk mensucikan dan
alat untuk hati itu ialah DZIKRULLAH”.


Dalam Al – Qur’an ( QS. Asy syam 7 – 11 ), Allah SWT ber-Firman :
äßhU äÝ°Âu¯á° ÕÛãpã° ÕJu Àá°ä ´ju¯á°
 Ô ×P §ÕnM Ýs ÁÙ°á° Ô ä ×P ¼°² Ýs ¾ ° á°
”Demi diri – diri ( manusia ) dan Tuhan yangmenciptakannya, lalu dimasukkannya bibit kejahatan dan bibit kebajikan. Sungguh bahagialah orang yang mensucikan dirinya dan celakalah orang yang mengotorinya”.


Mensucikan hati Rabbaniyah sangat penting sesuai dengan Sabda Rasulullah, SAW :
”Di dalam tubuh anak Adam ada segumpal daging apabila ia baik, maka baiklah seluruh jasad dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh jasad.Ketahuilah, dia itu ialah HATI”.


Maka Ikhwan / Akhwat Al – Hikmah setelah dibuka di anjurkan untuk melakukan wirid’ an dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah, me-wirid di dalam Al – Hikmah bukan bertujuan untuk menambah kehebatan Al – Hikmah tapi bertujuan untuk menabung atau menyimpan agar nanti sebagai bekal kita pada saat menghadap Allah.
Dan setiap melakukan wirid’ an hanya memikirkan Allah, SWT dan juga insya Allah kita sekaligus malakukan wudhu batin dengan menyebut – nyebut nama Allah dalam wirid’ an kita.
Dan tempat – tempat yang sudah dibuka oleh Guru Al – Hikmah, insya Allah memudahkan
kalimat – kalimat Asma Allah,SWT yang kita wirid kan untuk membersihkan batin dan jasmani kita yang banyak melakukan kesalahan..Amin..


Dan janji Allah, SWT dalam Al – Qur’an ( S.Al – Jin : 16 ) :
u¯ÂFj° Ýu¯Ìnæ ¯ÛcR çjE ê Âjvr° áq Ý° ¤ ÐP ×° ä§à Û
”Dan bahwa jika mereka tetap ( istiqamah ) menempuh jalan itu.
Sesungguhnya akan kami beri rezeki / rahmat yang berlimpah – limpah”.






I.D. Tujuan Al – Hikmah melakukan Wirid ’an


I,D.a. TUJUAN WIRID ’AN


Allah telah memberikan jaminan ketentraman hati bagi orang – orang yang selalu ingat kepada Allah.
Firman Allah dalam Al – Qur ’an ( QS. Ar – Rad 28 )
§í ±QÙR¯Ûnt ´cps ¯Ûjnu²
”Orang – orang beriman itu menjadi tenteram hatinya dengan zikrullah / ingat kepada Allah. Ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allah,
Hati bisa menjadi Tenteram ”.


Dan ada wirid ’an di dalam Al – Hikmah yang bunyinya :
ãq ¯¸Îns ÝLCu ±°  Ö  ×nu² ¯Ûpu Ýrvs ä ±VRßæ ¯Ûn
Òræ ¯Ûæ Ý° ¦E äÌVR çs ÂrE  Õ° ¯Ûnt ¼vRº° Õf°  ä ±°Û
 äáu¯Àºq ¯ÛRºpvs  ä¯ÛLpP Ûnt À² ¯ÛÎnpvs
”Ya Allah jadikanlah aku orang yang paling dicintai di hati orang Mu’min dan
berilah aku kabar gembira dan kekayaan hingga 120 tahun. Kepada Allah
sebaik-baiknya pelindung dan Dia Maha Pengasih di antara Penyayang.


Wirid’an tersebut adalah dari Rasulullah turun ke Tiga sahabat dan 4 riwayat. Yaitu ke Annas bin Malik 2 riwayat, ke sahabat Abiyasyar 1 riwayat dan ke sahabat Abi Umamah 1riwayat.
Adapun tujuan dari ke 4 riwayat tersebut adalah Sabda Rasulullah, SAW, ” Siapa yang sudah mendawamkan wirid’an tersebut akan di angkat derajatnya di akhirat. ”
Kalau sudah diangkat derajat di akhirat sudah Masya Allah pasti masuk syurga jadi Tujuan 4 riwayat tadi begitu.


Jadi tujuan melakukan wirid ’ an di dalam Al – Hikmah hanya untuk mencari ke- tentraman hati dan mencari derajat di sisi Allah. Dan juga mencari kekayaan di- akhirat. Wirid silahkan anda baca sebanyak kemampuan karena itu adalah untuk kekayaan di akhirat. Wirid artinya adalah Do’a dan do ’a adalah Ibadah, do’a untuk kekayaan akhirat.


Sebagaimana Firman Allah, SWT dalam Al – Qur’an ( QS. Al–Jum’ah 10 )
䯿ÙR䯯ÛntÙHvR¯ÛÎnlq ´hnLuà
” Ingatlah Allah –( berdzikirlah kepada Allah) sebanyak - banyaknya agar kamu beruntung”.


Maka kalau ingin kaya di akhirat ibadahnya harus di perbanyak Para guru Al – Hikmah tidak pernah mem-Fatwakan dengan berdzikir ayat – ayat yang dikhususkan menjadi wirid ’an Al – Hikmah,
Ikhwan dan Akhwat yang sudah belajar akan dapat melakukan apapun sesuai yang di inginkan.
Apa yang di dapat seorang Ikhwan / Akhwat setelah berdzikir dan selalu menyebut – nyebut
Nama –Nya adalah Hidayah dan kelebihan yang Allah berikan karena kekuasaan -Nya atas seluruh makhluk dan hanyalah bentuk kasih sayang –Nya yang hanya sedikit dibandingkan kebahagiaan akhirat yang Allah janjikan tiada tara bandingannya. Wirid juga sebagai upaya pembersihan rohani dari sifat – sifat tercela atau dalam bahasa Arabnya adalah TAKHALI


Sebagaimana Firman Allah dalam Al – Qur ’an ( QS. As – Sams 9 – 10 )
×P § ÕnM Ýs ÁÙ° á° ä×P ¼° ² Ýs ¾ ° á°
”Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensucikan jiwanya,
dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”.


Dan wirid juga sebagai upaya untuk mengisi diri dengan sifat – sifat terpuji yang dapat menyinari hati atau dalam bahasa Arabnya adalah TAHALLI.


Sabda Rasulullah, SAW :


Ûlo Ä® Æj° ÛE äÆj° ÛE ¯ÛjnD ¿ÙR¯Ûnt
”Bahwasanya bagi tiap – tiap sesuatu itu ada alat untuk mensucikan dan alat untuk mensucikan hati itu ialah Zikrullah. Tidak ada sesuatu yang dapat melepaskan manusia dari azab selain dari pada Zikrullah”.


Sabda Rasulullah, SAW :


±s ÌC°Ã ÀÈæ ¯Ûnt Ìrãp° ×° Ü : ×°Ü ÀÂuÜ.Ûnt Ç  Þ : Ìs.
Ýs ÛSÞ ¯ê ÂFÒh° À¸Îo ¯Ûnt Ût Ýs ÙoÈvØ ÝNR¸°
äÝsÙo áq ÕR¸° ä À Á ×t Ýs ºvI í çLFTD
”Barang siapa selalu Istighfar ( bertaubat ) maka Allah akan memberikan jalan keluar dari tiap – tiap kesulitan. Dan Allah akan memberikan dari tiap – tiap kegelisahan akan ketentraman, dan Allah memberikan rezeki dari arah yang tak di duga – duga datangnya”
( Riwayat Abu Dawud )






























Tidak ada komentar: